Penjelasan Kegiatan Literacy Day Tanggal 21 Oktober 2021

KEGIATAN LITERACY DAY SMP YAPINDO 2021

 

Assalamualaiku Wr Wb

Selamat Pagi Para Siswa SMP Yapindo dimanapun berada

Good Morning How are you today?

Hari ini kita akan membahas tentang kegiatan Literasi day yang akan mulai dilaksanakan tanggal 13 oktober 2021 – puncaknya tanggal 21 oktober 2021

Silahkan kalian simak video berikut dan penjelasannya sampai akhir. Untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan ke SPV masing-masing house base ya...!






• Gerakan Literasi Nasional (GLN) merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sinergi antar unit utama gerakan literasi dengan menghimpun seluruh potensi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.

• Perlunya upaya penguatan ketahanan bangsa di bidang sastra dan budaya Indonesia dalam hal ini adalah keberadaan puisi khususnya puisi kepahlawanan di era milenial.

• Kegiatan Tahunan Sekolah Sugar Group Setiap tanggal 21 Oktober selalu ada Kegiatan Hari Literasi.

Jenis Kegiatan

Lomba Membaca Puisi per house base untuk siswa dan lomba literasi untuk guru

Tujuan

- Agar para siswa mampu mengapresiasi keberadaan puisi perjuangan dan dapat menghadirkan semangat kepahlawanan untuk diterapkan dalam semangat belajarnya.

 

RUNDOWN KEGIATAN LITERACY DAY

No

Nama Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Penanggung Jawab

1

Sosialisasi Kegiatan Ke Guru

11 Oktober 2021

PIC

2

Sosialisai dari SPV ke House Base

12 Oktober 2021

SPV House Base

3

Pengiriman Video Puisi Video Ke House Base masing-masing

13 Oktober 2021 sd 19 Oktober 2021

Siswa

4

Pemilihan 3 Video terbaik per House Base dan pengiriman ke link ke kelas masing-masing

20 Oktober 2021

SPV House Base

5

Grand Final Pembacaan Puisi

21 Oktober 2021

Panitia

 

KEGIATAN LITERACY DAY SMP YAPINDO

 

Lomba Baca Puisi

Dalam Rangka Kegiatan Literacy Day

 

 

1.     Peserta adalah seluruh siswa SMP Yapindo kelas 7, 8 dan 9 yang wajib.

 

2.    Ada  5 puisi dan contoh video pembacaan puisi yang bisa bisa dipilih salah satu oleh peserta (siswa). (Pilih 1 Saja)

 

3.    Puisi 1 :            Kangen (Karya W.S. Rendra)

      Dibacakan oleh  : Ibu Dra. Surya Dewi

      Link YouTube    : https://youtu.be/_CS6_5u3uNg     

 

Puisi 2 :            Sajak Rajawali (Karya W.S. Rendra)

      Dibacakan oleh  : Bapak Rudi Isbowo, M.Pd.

      Link YouTube    : https://youtu.be/gDcwZ4XlD0c

 

Puisi 3 :            “GUGUR” (Karya W.S. Rendra)

      Dibacakan oleh  : Bapak Pisces Beryl Noriza, S.Pd.

      Link YouTube    : https://youtu.be/8ApHf18EZYM

 

Puisi 4 :            “AKU” (Karya Chairil Anwar)

      Dibacakan oleh  : Peri Sandi Huizche

      Link YouTube    : https://youtu.be/xu1gDFLc7So

     

Puisi 5 :            “KARAWANG BEKASI” Chairil Anwar

      Dibacakan oleh  : Al Ghany Studio

      Link YouTube    : https://youtu.be/fkh69W7uxew

 

4.    Para siswa mengirimkan hasil video yang telah mereka buat ke house base masing-masing dalam bentuk link video yang telah di-upload di YouTube. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan mengupload ke YouTube silakan menghubungi SPV masing-masing dan mohon izin untuk mengirim video biasa.

 

5.    Video dapat dikirimkan ke SPV (House Base) masing-masing mulai tanggal 13 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 19 Oktober 2021 batas akhir.

 

6.    3 video terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang per house base. 1 diantara 3 video tersebut diikutsertakan dalam Grand Final Lomba baca Puisi yang akan diadakan di se kolah tanggal 21 Oktober 2021

 

7.    Guru Bahasa Indonesia kelas 7 8 dan 9 membuat link Google form untuk menerima pengiriman video dari masing-masing SPV yang tidak diikutsertakan dalam grand final.

 

8.    Grand final diadakan pukul 09:00 sampai dengan selesai dan dihadiri seluruh guru dan 15 peserta dari setiap host-based yang terpilih sebagai peserta final. Grand final diliput dan dipublikasikan melalui smpyapindotulangbawang@blogspot.com

 

9.    Peserta yang datang ke acara Grand Final wajib mengikuti protokol kesehatan dan membawa makan siang sendiri peserta datang pukul 8.30

 

10. Peserta yang masuk grand final berhak mendapatkan sertifikat piagam penghargaan dari panitia program Literacy Day.

 

Lampiran 1 Puisi Lomba

 

Puisi 1 : Kangen (Karya W.S. Rendra) (Ibu Dra. Surya Dewi)

 


Kangen

 

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

 

Kau tak akan mengerti segala lukaku

karna cinta telah sembunyikan pisaunya.

 

Membayangkan wajahmu adalah siksa.

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

 

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi

 

Itulah berarti

aku tungku tanpa api.

 

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

 

Kau tak akan mengerti segala lukaku

karna cinta telah sembunyikan pisaunya.

 

Membayangkan wajahmu adalah siksa.

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

 

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi

 

Itulah berarti

aku tungku tanpa api.

 

Puisi 2 : Sajak Rajawali (Karya W.S. Rendra) (Bapak Rudi Isbowo, M.Pd.)




Sajak Rajawali

 

Sebuah sangkar besi

tak bisa mengubah seekor rajawali

menjadi seekor burung nuri.

 

Rajawali adalah pacar langit

dan di dalam sangkar besi

rajawali merasa pasti

bahwa langit akan selalu menanti.

 

Langit tanpa rajawali

adalah keluasan dan kebebasan

tanpa sukma

tujuh langit, tujuh rajawali.

Tujuh cakrawala, tujuh pengembara.

 

Rajawali terbang tinggi

memasuki sepi

memandang dunia.

 

Rajawali di sangkar besi

duduk bertapa

mengolah hidupnya.

 

Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan

yang terjadi dari keringat matahari.

 

Tanpa kemantapan hati rajawali

mata kita hanya melihat fatamorgana.

 

Rajawali terbang tinggi

membela langit dengan setia.

 

Dan dia akan mematuk kedua matamu,

wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka!

 

Puisi 3 : “GUGUR” (Karya W.S. Rendra) (Bapak Pisces Beryl Noriza, S.Pd.)

 


GUGUR

 

Ia merangkak

di atas bumi yang dicintainya Tiada kuasa lagi menegak

Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya

Ke dada musuh yang merebut kotanya.

 

Ia merangkak

di atas bumi yang dicintainya Ia sudah tua

luka-luka di badannya.

 

Bagai harimau tua

susah payah maut menjeratnya Matanya bagai saga

menatap musuh pergi dari kotanya.

 

Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya

di antaranya anaknya Ia menolak

dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya Ia merangkak

di atas bumi yang dicintainya.

 

Belum lagi selusin tindak maut pun menghadangnya.

Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata :

“Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah.

Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta Kita bukanlah anak jadah

Kerna kita punya bumi kecintaan.

Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya.

Bumi kita adalah tempat pautan yang sah. Bumi kita adalah kehormatan.

Bumi kita adalah jiwa dari jiwa. Ia adalah bumi nenek moyang.

Ia adalah bumi waris yang sekarang.

Ia adalah bumi waris yang akan datang. Hari pun berangkat malam

Bumi berpeluh dan terbakar

Kerna api menyala di kota Ambarawa.

 

Orang tua itu kembali berkata: “Lihatlah, hari telah fajar!

Wahai bumi yang indah,

kita akan berpelukan buat selama-lamanya!

Nanti sekali waktu seorang cucuku

akan menancapkan bajak

di bumi tempatku berkubur kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur

Maka ia pun berkata:

“Alangkah gembur tanah di sini!

Hari pun lengkap malam ketika ia menutup matanya

 

Puisi 4 : “AKU” (Karya Chairil Anwar)


 

AKU

 

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 

Puisi 5 : “KARAWANG BEKASI” Chairil Anwar


 


KARAWANG BEKASI

 

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi

tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati?

 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.

 

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

 

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

 

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

 

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

 

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

 

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir

 

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

 

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi


Comments